Tidak semua kabel di pasaran memenuhi standar mutu. Sebagian dijual dengan ukuran penampang yang lebih kecil dari label atau memakai bahan isolasi yang kurang baik. Kabel seperti ini mungkin tampak normal saat baru dipasang, tetapi berisiko menimbulkan masalah setelah dipakai beberapa waktu. Berikut ciri-ciri yang bisa Anda periksa sendiri.
Tidak ada tanda SNI atau identitas produsen
Kabel yang baik mencantumkan nama produsen, tipe, dan ukuran pada selubungnya, serta tanda standar pada kemasan. Kabel polos tanpa cetakan atau dengan cetakan yang tidak jelas menyulitkan penelusuran asalnya. Bila terjadi masalah, konsumen tidak memiliki pihak yang bisa dimintai keterangan.
Diameter konduktor lebih kecil dari label
Ini salah satu pelanggaran yang paling merugikan. Kabel berlabel 2,5 mm² tetapi konduktornya lebih kecil akan lebih cepat panas pada beban yang sama. Anda dapat membandingkan dua kabel dengan label yang sama dari merek berbeda: bila salah satunya jelas lebih kecil atau lebih ringan, ada yang perlu dipertanyakan. Pengukuran lebih akurat dilakukan dengan alat ukur seperti jangka sorong dan timbangan.
Isolasi tipis atau tidak merata
Kupas ujung kabel dan lihat ketebalan isolasinya. Isolasi yang terlalu tipis, tidak merata, atau posisi konduktor bergeser dari tengah menandakan proses produksi yang kurang terkendali. Isolasi tipis lebih mudah tembus dan menurunkan ketahanan terhadap tegangan.
Isolasi keras, getas, atau lengket
Isolasi kabel baru seharusnya lentur tanpa retak saat ditekuk. Isolasi yang getas mudah patah, sedangkan yang lengket dapat menandakan bahan pelunak berlebih. Keduanya bisa memburuk seiring waktu dan panas, sehingga konduktor terbuka lebih cepat.
Konduktor berongga atau warna tidak merata
Tembaga yang baik terlihat padat dan berwarna merata. Konduktor yang berongga, terlalu kusam, atau mudah putus saat ditekuk bisa menandakan mutu bahan yang rendah. Beberapa kabel juga memakai bahan campuran yang daya hantarnya lebih rendah dari tembaga murni, sehingga lebih cepat panas.
Harga jauh di bawah kabel sejenis
Harga bahan baku, terutama tembaga, mempunyai batas bawah yang wajar. Bila harga jual jauh di bawah kabel lain dengan spesifikasi serupa, kemungkinan ada pengurangan pada ukuran, panjang, atau mutu bahan. Bandingkan harga per meter dengan memastikan panjang gulungan benar-benar sesuai.
Panjang gulungan kurang
Beberapa kabel gulungan yang dijual sebagai 100 meter ternyata lebih pendek. Ukur panjangnya bila memungkinkan, atau beli dari penjual yang bersedia menerima pengecekan. Selisih beberapa meter pun berarti bila kebutuhan instalasi Anda sudah dihitung pas.
Cara aman mengurangi risiko
Beli dari produsen atau distributor yang jelas, periksa label, dan simpan bukti pembelian. Kitani dikelola oleh PT Sutanto ArifChandra Elektronik di Banyumas, yang menyatakan komitmen memproduksi kabel berstandar SNI. Kontak resmi tersedia melalui situs, sehingga konsumen dapat menanyakan spesifikasi sebelum membeli.
Kesimpulan
Pemeriksaan visual sederhana sudah cukup untuk menyaring sebagian besar kabel yang meragukan. Jika Anda ragu, minta pendapat teknisi listrik sebelum memasang, karena mengganti kabel yang sudah tertanam jauh lebih repot daripada memilih dengan benar sejak awal.